Model Pembelajaran Keterampilan Ti Bagi Remaja Karang Taruna Di Kediri (Pendekatan Service Learning)
Keywords:
Service Learning, kompetensi digital, kemitraan akademik-komunitas, literasi teknologi informasi, pemberdayaan remajaAbstract
Kesenjangan literasi digital di kalangan remaja pedesaan menjadi tantangan krusial dalam era transformasi digital yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif. Remaja Karang Taruna di Kediri menghadapi keterbatasan akses terhadap pembelajaran teknologi informasi yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi abad 21. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan keterampilan teknologi informasi remaja Karang Taruna, mengimplementasikan model Service Learning untuk meningkatkan kompetensi digital, dan menganalisis perubahan kompetensi serta motivasi belajar remaja setelah program pembelajaran berbasis kemitraan akademik-komunitas. Metode Service Learning diterapkan melalui integrasi pembelajaran teoretis, praktik aplikatif, dan refleksi kolaboratif terhadap 50 peserta selama periode 23-25 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86% peserta membutuhkan pelatihan aplikasi produktivitas, 78% memerlukan keterampilan desain grafis, dan 72% menginginkan kompetensi media sosial untuk kewirausahaan. Implementasi Service Learning menghasilkan peningkatan kompetensi digital sebesar 76%, peningkatan keterampilan praktis sebesar 82%, dan peningkatan motivasi belajar sebesar 88%. Program ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri remaja dalam menggunakan teknologi sebesar 84% dan menghasilkan 12 produk digital karya peserta. Keberhasilan model pembelajaran ini menegaskan pentingnya kemitraan akademik-komunitas dalam menjembatani kesenjangan digital dan mempersiapkan remaja menghadapi tantangan era digital dengan kompetensi yang relevan dan berkelanjutan.











