Penguatan Pemahaman Nilai-nilai Sufistik Melalui Literasi Manaqib Bagi Anggota Jamiyyah Ahlul Khoir Yogyakarta
Keywords:
Makna Simbolik, Nilai Sufisme, Literasi Manaqib, SimbolAbstract
Artikel pengabdian ini membahas bagaimana komunitas Jamiyyah Ahlul Khoir Yogyakarta memaknai nilai-nilai sufistik melalui praktik literasi manaqib. Tradisi membaca manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani tidak sekadar menjadi ritual penghormatan terhadap seorang wali, melainkan merupakan bentuk pembelajaran spiritual yang aktif dan mendalam. Komunitas ini menafsirkan secara simbolis berbagai kisah dan narasi dalam manaqib untuk menginternalisasi nilai-nilai utama tasawuf, di antaranya mahabbah (cinta spiritual), zuhud dalam kesederhanaan, kesabaran, rasa syukur, tawakal (berserah diri kepada Tuhan), tawaduk (rendah hati), dan ikhlas. Proses literasi yang berlangsung secara kolektif—meliputi kegiatan membaca, menyimak, serta merenungkan makna-makna tersirat dalam teks manaqib—terbukti menjadi sarana yang efektif untuk membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs). Lebih dari itu, kegiatan ini juga membentuk akhlak mulia (akhlakul karimah) di tengah arus kehidupan modern yang cenderung materialistis dan individualistis. Dengan memahami simbol-simbol sufistik dalam manaqib, anggota komunitas tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga mampu mentransformasikan nilai-nilai spiritual tersebut ke dalam perilaku keseharian. Dengan demikian, praktik literasi manaqib berperan ganda: sebagai media pendidikan karakter berbasis tasawuf sekaligus benteng moral dalam menghadapi tantangan zaman.











